Surat Tanpa Alamat

B.M. Restu Pandhu P.

/ 6

Bagaimana kabarmu hari ini?

Semoga langkahmu selalu membawa berkah bagi sesama,

dan pekerjaanmu senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Aku rindu.

Rindu tawa lepasmu, juga rindu tangis aduanmu dulu.

Hanya lewat tulisan ini rinduku bisa mengetuk pintu hatimu,

berharap kamu menemukan seseorang yang mampu menjagamu,

agar hatimu sembuh, bebas dari perih dan dendam masa lalu.

Di tengah hiruk-pikuk dunia, aku masih di tempat yang sama. Sendiri, tanpa keinginan mencari pengganti.

Namun, waktu telah mengubah banyak hal dalam diriku.

Dulu aku terlalu iba dan selalu ingin merengkuh semua orang.

Kini aku belajar diam, membiarkan waktu yang mendewasakan mereka.

Kini aku jauh lebih dekat dengan Penciptaku.

Aku bersujud dan melayani-Nya dengan tulus,

bukan lagi karena tuntutan atau permintaanmu.

Terima kasih pernah hadir.

Kamu akan tetap menjadi cerita yang paling kubanggakan hingga akhir hayat.

Cinta ini lahir dari diriku sendiri, dan takkan pernah berubah arah.

Terima kasih telah memberi pelajaran berharga, bahwa kesetiaan manusia tidak ada yang abadi, namun dari sana, aku belajar bagaimana cara menghargai.

Komentar

Belum ada komentar.